Lord Computer
Site menu
Search
Facebook
Main » Files » My files

Perjuangan Kini Tak Kalah Berat
2010-07-13, 17:44
Bupati mengungkapkan itu ketika membuka seminar sehari tentang perjuangan Tgk Ali Yusuf bin Nyak Riring, seorang yang tercatat sangat berperan dalam perjuangan melawan penjajah Belanda pada dekade awal abad 20, yakni sekitar 1919 di Kecamatan Kluet Utara. Tgk Ali Yusuf, yang dalam dialeg Aceh lebih populer disebut Ali Usuh berdomisili di Pawoh Gampong Tinggi pedalaman Kluet Utara.

Menjelaskan lebih jauh menyangkut banyaknya medan perang yang dihadapi di kekinian, menurut Husin Yusuf mengandung arti banyak hal yang harus diperangi dalam rangka membangun bangsa. Seperti perang melawan kemiskinan, perang melawan kejahatan korupsi, narkoba serta berbagai bentuk kejahatan lainnya. Dan yang tak kalah penting perang melawan diri sendiri, baik dalam skala orang per-orang maupun dalam bentuk etos komunal.

Berbicara seputar perjuangan, Bupati Husin Yusuf banyak menyinggung tentang begitu hebatnya komitmen para pendahulu untuk membebaskan Indonesia dari cengkeraman penjajah yang seyogianya dapat dijadikan contoh. Para pejuang terus lahir di setiap episode kurun 350 tahun masa penjajahan. Proses regenerasi ini merata di seantero tanah air, menggantikan posisi pendahulu, hingga bangsa ini memasuki ending perebutan kemerdekaan pada masa transisi Belanda "gulung tikar" dilanjutkan ke penjajahan Jepang hingga akhirnya Jepang angkat kaki.

Tanpa Dukungan Fasilitas

Pertanyaannya kemudian adalah, sebut Husin Yusuf, adakah kini jiwa-jiwa yang memiliki dorongan untuk mengisi kemerdekaan dengan berjuang seikhlas yang dilakukan para pendahulu untuk terjun ke berbagai arena peperangan dalam mengisi kemerdekaan. Para pendahulu berjuang tanpa dukungan fasilitas, baik gaji maupun bentuk-bentuk jaminan lainnya.

Bupati bertamsil, seumpama dulu para pejuang menanam pohon pisang, hasil upaya itu dipetik di kekinian. "Mereka tinggalkan pohon-pohon pisang, dan kitalah yang menikmatinya hari ini. Mereka bebaskan tanah air yang kaya sumber daya alam dari cengkeraman penjajah sebagai aset bagi generasi sekarang. Dalam posisi ini, semua kita patut bersyukur memberi hormat kepada para pejuang dengan cara merawat dan membangun negeri ini," katanya.

Pembukaan seminar sehari tenang perjuangan Tgk Ali Yusuf bin Nyak Riring diselenggarakan oleh Asosiasi Wartawan Aceh Sejahtera Indonesia (AWASI), dihadiri unsur Muspida, Danyon 115/Macan Leuser, Letkol Inf.Syarifuddin, serta berbagai kalangan.

Banyak Memiliki Pejuang

Dalam sambutannya, Komandan Batalyon 115/Macan Leuser, Letkol Inf.Syarifuddin antara lain mengatakan, Aceh Selatan banyak memiliki pejuang dan pahlawan yang ikut berperan melawan penjajah. Atas keberadaan para pejuang, patut diberikan penghargaan dan bukan tidak mungkin dibuatkan taman makam pahlawan sebagai bentuk penghargaan. "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawan. Dari perjuangan para pahlawanlah kita bisa berdiri kokoh, dan tanpa mereka kita tidak bisa sekuat seperti sekarang ini," kata Letkol Syarifuddin.

Ketua panitia penyelenggara sekaligus Ketua AWASI, Kusnaidi Namin dalam laporannya pada pokoknya mengatakan, kegiatan-kegiatan seperti ini perlu dilaksanakan dalam upaya menggali serta menginventarisir keberadaan pejuang di daerah. Meskipun tidak tercatat sebagai pahlawan nasional, tapi keberadaan para pejuang telah memperkaya catatat sejarah masa lalu yang menjadi aset daearah. (Analisa)

Category: My files | Added by: InChut
Views: 1032 | Downloads: 0 | Comments: 1 | Rating: 0.0/0
Total comments: 1
1  
apa yang saya cari, terima kasih

Name *:
Email *:
Code *:
Polls
Rate my site
Total of answers: 4
Vidio
Copyright InChut © 2017